Daerah

Wacana Libur Angkot Saat Tahun Baru, Pemkot Bandung Hitung Dampak ke Penumpang dan Sopir

×

Wacana Libur Angkot Saat Tahun Baru, Pemkot Bandung Hitung Dampak ke Penumpang dan Sopir

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bicara soal sengketa lahan Sukahaji dan bentrokan Pasirkoja.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (Foto: Istimewa)

“Kita harus pastikan, kalau angkot diliburkan, masyarakat punya alternatif transportasi yang terjangkau. Ojek daring belum tentu bisa menggantikan fungsi angkot, terutama dari sisi biaya,” katanya.

Farhan juga mengungkapkan adanya wacana kompensasi bagi pengemudi angkot apabila kebijakan tersebut diberlakukan. Besaran kompensasi yang dibahas berkisar Rp500 ribu per pengemudi untuk dua hari penghentian operasional, dengan sumber pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung.

Baca Juga:  Bey Machmudin Titip Pesan untuk ASN Jabar: Dukung Dedi Mulyadi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan meliburkan angkot di Kota Bandung untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur Tahun Baru. Menurutnya, Bandung sebagai kota tujuan wisata berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas akibat masuknya ratusan ribu kendaraan dari luar daerah.

Baca Juga:  Farhan Dorong Bandung Jadi Kota Wisata Ramah Muslim

“Kebijakan seperti di Puncak bisa menjadi contoh, angkutan umum diliburkan sementara dan diberikan kompensasi,” ujar Dedi.

Pemkot Bandung menegaskan keputusan akhir akan mempertimbangkan aspek lalu lintas, sosial, dan ekonomi agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat maupun pelaku transportasi. (Red)

Baca Juga:  Jelang SPMB 2025, Farhan Siapkan Subsidi untuk Sekolah Swasta Berakreditasi Rendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2