Gubernur Jawa Barat menegaskan jumlah penerima kompensasi penutupan tambang kini bertambah dari 9 ribu menjadi 18 ribu kepala keluarga.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) awalnya hanya menyiapkan anggaran untuk 9 ribu warga berdasarkan pengajuan data dari desa.
Namun karena ada penambahan data warga yang terdampak penutupan tambang, maka pencairan dana kompensasinya ditunda atas permintaan dari jajaran pemerintah setempat.
“Karena kalau dibagikan sebagian sebagian takut memicu keributan sehingga kami melakukan penundaan pembayaran dan kami akan melakukan pembayarannya sekaligus yaitu sebanyak 16 ribu orang,” jelasnya.
Dari total 16 ribu kepala keluarga, 3 ribu warga yang sudah menerima dana kompensasi penutupan tambang. Sisanya sebanyak 13 ribu kepala keluarga akan menerima bantuan pada 2026.





