”Bagaimanapun juga, penerbangan tertinggi kita itu Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan,” tutur Farhan.
Padahal, merujuk pada data BPS tahun 2019, keberadaan Bandara Husein Sastranegara sempat memberikan kontribusi signifikan sebesar 21 persen terhadap perekonomian Kota Bandung.
Mengalihkan Fokus ke Whoosh
Kehilangan kontribusi dari sektor penerbangan jarak pendek membuat Pemerintah Kota Bandung segera menyiapkan skema alternatif. Strategi utama yang kini diandalkan adalah mengoptimalkan lalu lintas wisatawan melalui Kereta Cepat Whoosh.
Farhan optimistis bahwa kapasitas angkut kereta cepat mampu menutupi kekosongan jumlah kunjungan yang sebelumnya dihasilkan oleh Bandara Husein.
”Nah, apa yang akan kita lakukan? Secara strategi, kami akan mengoptimalkan jumlah penumpang dan trafik melalui Whoosh. Ini harapan yang sangat besar,” katanya.





