Saat ini, SLBN Taruna Mandiri Kuningan menampung sekitar 269 siswa dengan 13 program keahlian. Program tersebut mencakup pendidikan vokasi, seperti otomotif dan keterampilan servis sepeda motor, yang ditujukan untuk membekali siswa berkebutuhan khusus dengan kompetensi kerja.
Ia menjelaskan, sekolah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar lulusan program vokasi dapat terserap ke dunia kerja sesuai keterampilan yang dimiliki.
Di luar bidang vokasi, sekolah ini juga mencatat prestasi di bidang olahraga dan seni. Salah satu siswanya bahkan tergabung dalam tim nasional sepak bola difabel dan berkompetisi di ajang olahraga tingkat nasional.
Meski demikian, Encep menilai pengembangan potensi siswa membutuhkan dukungan sarana praktik yang lebih memadai dan berkelanjutan. Sejumlah peralatan praktik dinilai masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran berjalan optimal.
“Kesejahteraan guru, khususnya guru PPPK dan PPPK paruh waktu, juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah provinsi,” ujarnya.





