Sementara itu, Dedi Mulyadi mengklaim kebijakan penghapusan syarat KTP pemilik pertama telah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
“Saya menyampaikan terima kasih bahwa kebijakan tanpa menggunakan KTP pemilik pertama mendapat respons luar biasa dari warga Jabar,” ujarnya.
Menurut Dedi, lonjakan penerimaan pajak justru membalik anggapan lama bahwa masyarakat tidak patuh. Ia menilai hambatan utama selama ini berada pada sistem administrasi yang kaku.
“Pajak kendaraan bermotor di Jabar meledak. Ini menunjukkan warga sebenarnya ingin bayar pajak, tapi sistemnya harus memudahkan,” katanya.
Data dari Samsat Pajajaran menunjukkan peningkatan signifikan dalam waktu singkat. Kepala Samsat Pajajaran, Dadi Darmadi, menyebut pendapatan harian melampaui target minimal hanya dalam dua hari sejak kebijakan diberlakukan.





