DPRD Jabar

DPRD Jabar Temukan Ketidaksesuaian Bantuan Pendidikan, Kebutuhan Riil SMK Dinilai Tak Terakomodasi

×

DPRD Jabar Temukan Ketidaksesuaian Bantuan Pendidikan, Kebutuhan Riil SMK Dinilai Tak Terakomodasi

Sebarkan artikel ini
DPRD Jabar
Kunjungan kerja Komisi V DPRD Jabar ke SMKN 2 Kota Banjar dalam rangka meninjau kondisi SMK Pusat Unggulan (PU), Senin (12/1/2026). (Foto: Istimewa).

Selain persoalan bantuan, Komisi V DPRD Jabar juga menyoroti tingginya beban operasional yang harus ditanggung SMK. Biaya pendidikan kejuruan dinilai jauh lebih besar dibandingkan sekolah umum, terutama untuk kebutuhan praktik siswa yang memerlukan perlengkapan dan bahan khusus.

Aceng menyebutkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) saat ini belum mampu menutupi seluruh kebutuhan tersebut. Akibatnya, sekolah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar kegiatan praktik yang menjadi inti pendidikan vokasi.

Baca Juga:  PAW DPRD Jabar, Zaini: Yusuf Ridwan Sinergis Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Dana yang tersedia belum mencukupi untuk pembiayaan baju praktik dan bahan praktik siswa. Ini menjadi persoalan serius bagi SMK,” katanya.

Baca Juga:  Sidkon Djampi Desak Anggaran Media di Tiap OPD saat Rapat Paripurna DPRD Jabar

Di SMKN 2 Kota Banjar sendiri, permasalahan tidak hanya berkaitan dengan anggaran. Sekolah tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana fisik dan sumber daya manusia, seperti kekurangan ruang kelas serta tenaga pengajar yang dibutuhkan untuk mendukung kurikulum SMK Pusat Unggulan.

Baca Juga:  Duh! 30 Persen Pengajuan BPMU SMA-SMK Swasta di Jabar Gagal, Angkanya Capai Ratusan Miliar

Komisi V DPRD Jabar juga menilai lemahnya komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan pendidikan turut memperparah persoalan di lapangan. Oleh karena itu, Aceng mendorong adanya perbaikan pola komunikasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kantor Cabang Dinas (KCD), dan pihak sekolah.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3