Ia juga mengkritisi tingginya bunga kredit konsumtif serta lemahnya pertimbangan usia peminjam.
“Jangan sampai sudah pensiun tapi masih dibebani utang jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang menyoroti pentingnya penguatan literasi keuangan bagi ASN agar tidak terjebak skema pinjaman yang memberatkan.
“Pengawasan harus lebih interaktif supaya praktik pinjaman yang berpotensi menjerat bisa dicegah, termasuk maraknya pinjaman ilegal yang memperparah kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kasus ini membuka kembali perdebatan soal perlindungan finansial bagi ASN dan pensiunan, terutama dalam praktik kredit berbasis penghasilan tetap yang kerap dianggap aman namun berisiko tinggi bila tidak diatur secara proporsional. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





