“Di antaranya jalan desa yang hingga kini belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Ini tentu masyarakat juga yang terkena dampaknya,” ujarnya.
Selain jalan, persoalan saluran irigasi juga menjadi perhatian serius. Warga mengeluhkan sistem irigasi yang belum optimal justru memicu banjir saat musim hujan, sehingga mengancam hasil panen petani.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BBWS terkait saluran RIM yang belum selesai untuk turut serta mencarikan solusi agar hal ini tidak merugikan masyarakat,” tutur Ono.
Permasalahan lain yang belum terselesaikan adalah ganti rugi pelebaran jalan nasional di wilayah Kecamatan Lohbener yang telah berlangsung sejak 2007. Hingga kini, sebagian warga disebut belum menerima haknya.
“Ternyata ganti rugi akibat pelebaran jalan nasional sepanjang Kecamatan Lohbener ini belum selesai. Tentu akan kita perjuangkan dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik,” katanya.





