JABARNEWS | KUNINGAN – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menilai keterbatasan tenaga pendidik dan sarana prasarana masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan SLB Negeri Taruna Mandiri, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat optimalisasi layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Anggota Komisi V DPRD Jabar dr. H. Encep Sugiana menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa kebutuhan guru pendidikan khusus belum sebanding dengan jumlah siswa dan ragam program keahlian yang tersedia.
“Sekolah ini memiliki pengelolaan yang baik dan prestasi yang membanggakan hingga tingkat nasional. Namun, jumlah tenaga pendidik khusus masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan kompleksitas layanan yang dibutuhkan,” kata Encep.
Saat ini, SLBN Taruna Mandiri menampung sekitar 269 siswa dengan 13 program keahlian, termasuk pendidikan vokasi seperti otomotif dan servis sepeda motor. Program tersebut dirancang untuk membekali siswa berkebutuhan khusus dengan keterampilan kerja dan telah didukung kerja sama dengan dunia usaha agar lulusan dapat terserap di pasar kerja.
Selain vokasi, sekolah ini juga mencatat prestasi di bidang olahraga dan seni, termasuk siswa yang tergabung dalam tim nasional cabang olahraga difabel. Namun menurut Encep, capaian tersebut memerlukan dukungan berkelanjutan, terutama dari sisi peralatan praktik dan fasilitas pendukung pembelajaran.





