Gedung Sate

Bukan Efek Pajak, Dedi Mulyadi Beberkan Alasan Rencana Jabar Ngutang ke BJB

×

Bukan Efek Pajak, Dedi Mulyadi Beberkan Alasan Rencana Jabar Ngutang ke BJB

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi bahas rencana pinjaman daerah Jawa Barat ke Bank BJB.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto: Istimewa)

Penyebab utama munculnya opsi pinjaman daerah Jawa Barat tersebut adalah tertundanya penyaluran Dana Bagi Hasil  (DBH) dari pemerintah pusat yang nilainya menembus angka Rp3 triliun.

Hal inilah yang menurutnya menekan likuiditas daerah dan memaksa pemerintah provinsi mencari alternatif pembiayaan agar roda pembangunan tidak terhenti.

Baca Juga:  Karena Sakit, Satu Jamaah Haji Asal Cianjur Belum Bisa Pulang ke Indonesia

Secara rinci, terdapat dua faktor yang menjepit anggaran daerah. Pertama, piutang DBH pajak periode 2023 hingga 2025 yang belum dibayarkan pusat sebesar Rp1,5 triliun. Kedua, adanya penundaan DBH tahun berjalan pada 2026 senilai Rp2,430 triliun.

Baca Juga:  Bjb Great People Peduli Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

“Ini sudah lebih dari Rp 3 triliun sebenarnya keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tertunda dari pemerintah pusat,” ungkap mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Baca Juga:  Di Rumah Tidak Ada, Istri Ridwan Kamil Ternyata Lagi Ngojek

Meski aliran dana dari pusat tersendat, Dedi memastikan seluruh proyek strategis yang menyentuh kepentingan publik tetap berjalan sesuai agenda.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3