“Alhamdulillah, pembangunan 40 unit rumah bantuan bagi warga terdampak pergerakan tanah sudah selesai,” ujar Abdul Karim.
Ia mengungkapkan pembangunan rumah bantuan tersebut didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Setiap unit rumah dibangun dengan konsep rumah panggung, menggunakan dinding bilik dari anyaman bambu serta atap genteng, mencerminkan kearifan lokal Sunda.
Rumah bantuan di Kampung KDM memiliki ukuran panjang 6 meter dan lebar 5 meter, dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, serta kamar mandi. Fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik telah tersedia sehingga rumah siap untuk dihuni.
Meski pembangunan telah rampung, hingga kini rumah bantuan tersebut belum ditempati karena masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor. Selain itu, akses jalan di dalam kawasan perumahan masih berupa tanah merah dan belum dibangun secara permanen.





