Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Oleh karena itu, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh pada puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.”
(HR. Bukhari)
Hadits ini menjadi pengingat bahwa kualitas ibadah puasa sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku sehari-hari.
Momentum Perbaikan Diri dan Profesionalisme
Sebagai pimpinan lembaga pendidikan AR Learning Center dan media Suara Utama, Andre Hariyanto juga mengajak seluruh umat islam dimanapun berada agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan profesionalisme yang dilandasi nilai-nilai spiritual.





