Dari sudut pandang teori kepemimpinan transformasional menurut Bass & Riggio (2006), investasi pada guru honorer sebagai agen perubahan adalah investasi jangka panjang yang akan meningkatkan motivasi, komitmen, dan kinerja mereka secara signifikan.
Guru yang merasa dihargai dan didukung akan cenderung memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan lingkungan sekolah, sehingga pendidikan nasional dapat terus maju dan berdaya saing.
Dengan begitu, kondisi guru honorer ibarat tulang punggung pendidikan yang menopang seluruh sistem pembelajaran. Namun, tulang punggung tersebut belum sepenuhnya dirawat dan dilindungi.
Kesejahteraan guru honorer yang masih minim menjadi gambaran nyata ketimpangan sosial dan ekonomi yang melekat dalam sistem pendidikan kita.
Oleh karena itu, reformasi menyeluruh terhadap kebijakan kesejahteraan guru honorer adalah suatu keniscayaan untuk menciptakan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas.
Pendidikan yang berkualitas bukan hanya soal bangunan megah atau fasilitas canggih, tetapi sangat bergantung pada kualitas guru yang mengajar.
Guru honorer yang sejahtera dan profesional akan mampu mengemban tugasnya dengan optimal, memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa, serta membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Ini bukan hanya soal tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa—pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan—untuk memberikan penghargaan dan dukungan yang layak bagi para guru honorer.
Cita-cita bagi Masa Depan Pendidikan Indonesia
Melihat berbagai kebijakan progresif yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Kemendikdasmen. Serta evaluasi secara bertahap. Tentunya ini ada harapan besar bahwa kesejahteraan guru honorer akan semakin membaik.





