Jurnal Warga

Pencapaian Pajak Daerah, Prestasi atau Beban bagi Rakyat?

×

Pencapaian Pajak Daerah, Prestasi atau Beban bagi Rakyat?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pendapatan asli daerah
Ilustrasi pendapatan asli daerah. (foto: istimewa)
Ilustrasi pendapatan asli daerah
Ilustrasi pendapatan asli daerah. (foto: istimewa)

Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam memaksimalkan pendapatan dari masyarakat.

Dalam sistem kapitalistik yang berlaku saat ini, mayoritas pendapatan negara memang berasal dari pajak. Sebagai sumber utama pembiayaan anggaran, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Baca Juga:  Cegah Pelajar Keluyuran, Om Zein Akan Bentuk Satgas Pengawasan Jam Malam di Purwakarta

Namun, realitas menunjukkan bahwa sumber daya alam yang seharusnya menjadi pendapatan negara sering kali dikuasai oleh kelompok tertentu, sementara rakyat terus terbebani oleh pajak.

Lebih ironis lagi, setelah rakyat membayar pajak, dana tersebut kerap disalahgunakan oleh oknum pejabat melalui tindak korupsi.

Baca Juga:  Aksi Fahmi Saeful Bahri Sudrajat, Pegiat Sosial dari Desa Gadobangkong Bandung Barat

Alokasi pajak yang tidak tepat sasaran sering kali membuat rakyat tidak merasakan dampak nyata dari pengelolaan anggaran, sementara biaya hidup terus meningkat dan berbagai jenis pajak semakin memberatkan.

Pajak dalam Perspektif Sistem Islam

Baca Juga:  Soal MoU Kejaksaan dengan Kepala Desa di Garut, Asep Ancam Lapor KPK

Berbeda dengan sistem kapitalistik, Islam memiliki pandangan yang berbeda mengenai sumber pendapatan negara. Dalam sistem Islam, pendapatan negara seharusnya berasal dari pengelolaan sumber daya alam seperti tambang, hutan, dan energi yang dikelola untuk kepentingan umum.

Pages ( 2 of 5 ): 1 2 345