JABARNEWS – Lagi-lagi semarak uforia pergantian tahun baru masehi menjangkit mayoritas muslim di penjuru dunia. Manusia berbondong-bondong memadati penjuru kota, bak lautan manusia.
Mirisnya, fenomena ini hanya akan ditemui di momen pergantian tahun baru masehi, tidak di tahun baru hijriyah, tahun baru umat Islam. Seakan-akan menjadi simbol bahwasanya tahun baru masehi merupakan perayaan semua agama. Salah kaprah!
Sejatinya, perayaan tahun baru masehi merupakan perayaan agama lain, Nasrani. Padahal, Islam dengan tegas melarang seorang muslim menyerupai orang-orang kafir.
Senada dengan Firman Allah:
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu. Untukku agamaku.” (TQS. Al-Kaafirun ayat 1-6)
Pertanyaannya, kenapa seorang muslim secara kontinu berpartisipasi merayakan tahun baru masehi?





