Menurut Dadan, unit kendaraan tersebut tidak menjadi inventaris pribadi kepala satuan saja, namun juga dapat digunakan oleh seluruh karyawan demi kelancaran distribusi gizi ke masyarakat.
Meski sempat memicu kritik tajam dari warganet setelah video puluhan motor berlogo BGN viral, Dadan memastikan tidak ada penambahan unit baru dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa anggaran pengadaan ini bersumber dari pos belanja tahun 2025.
”Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian,” imbuhnya.
Langkah BGN ini terus menjadi sorotan, mengingat harganya yang dinilai cukup premium bagi kendaraan dinas operasional di tengah semangat penghematan belanja negara. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





