JABARNEWS | JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mencetak Polwan yang sensitif gender dan kelompok rentan. Caranya, menambahkan mata kuliah Perempuan dan Kelompok Rentan dalam kurikulum S1 Bintara Polwan di STIK-PTIK.
Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas penanganan kasus perempuan dan anak.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ini bagian dari strategi jangka panjang Polri. Mata kuliah baru ini akan membekali Polwan dengan perspektif gender dan kelompok rentan sejak awal pendidikan mereka.
“Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum di hilir, tetapi juga pada penguatan di hulu melalui pendidikan,” ujar Trunoyudo dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).
Rencana kurikulum baru di STIK-PTIK ini merupakan komitmen serius Polri. Tujuannya mencetak Polwan yang profesional dan humanis.





