Nasional

Polri Cetak Polwan Sensitif Gender, Tambah Mata Kuliah Khusus di STIK-PTIK

×

Polri Cetak Polwan Sensitif Gender, Tambah Mata Kuliah Khusus di STIK-PTIK

Sebarkan artikel ini
Gedung STIK-PTIK Jakarta kurikulum Polwan sensitif gender perlindungan perempuan anak
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Istimewa)

Harapannya, sistem perlindungan perempuan dan anak akan lebih baik. Sistem ini nantinya lebih komprehensif dan inklusif. Orientasinya pada keadilan dan pemulihan korban.

Perhatian khusus pada perlindungan perempuan dan anak memang mendesak. Kasus kekerasan terhadap kelompok rentan di Indonesia masih tinggi. Diskriminasi dan eksploitasi terus terjadi. Karena itu, pemerintah menempatkan isu ini sebagai prioritas nasional.

Baca Juga:  Sepi Pengunjung, Nakoda Perahu Wisata Danau Jatiluhur Mengeluh

Polri sebagai penegak hukum punya peran strategis di sini. Tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat. Institusi ini terus bertransformasi dalam menangani kasus perempuan dan anak sesuai tuntutan reformasi.

Baca Juga:  DPR: Perwira TNI-Polri Aktif Boleh Jadi Pejabat Kepala Daerah

Salah satu bukti transformasi adalah Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Unit ini mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Fokusnya pada perlindungan korban. Kini transformasi berlanjut lewat penguatan di level pendidikan calon Polwan.

Semua upaya ini diperkuat landasan hukum yang kuat. Polri mengacu pada regulasi nasional dan internasional. Di antaranya Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Ada juga UU Perlindungan Anak, UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta Polri Bersiap Hadapi Ancaman Kejahatan Berbasis Teknologi
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4