Menurutnya, memahami kebijakan standar komunitas sangat penting bagi pelaku media. Tujuannya agar distribusi karya jurnalistik di platform Meta menjadi lebih strategis dan tidak sekadar mengejar kuantitas konten.
“Harapannya, melalui acara ini, teman-teman pelaku media nantinya bisa pulang dengan membawa oleh-oleh yang bisa diterapkan untuk pengembangan media masing-masing,” tambah Wahyu.
Apresiasi senada datang dari Ketua Komite Publisher Rights, Suprapto Sastro Atmojo. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk menjaga keberlangsungan media lokal melalui pemanfaatan fitur digital yang tepat.
Suprapto berharap edukasi semacam ini konsisten digelar di kota-kota lain. “Sehingga perusahaan media, jurnalis, bisa menghasilkan karya jurnalistik yang relevan agar berdampak pada performa perusahaan,” tutur Suprapto.
Pada hari pertama, Kamis (9/4/2026), peserta mendalami ekosistem Meta yang mengedepankan etika AI, akurasi, dan penanganan misinformasi. Hal ini sejalan dengan komitmen menjaga integritas informasi di ruang publik.





