Program Director ACFFEST 2025, Medio Venda, menilai peningkatan partisipasi sebagai sinyal positif.
“Setiap tahun ACFFEST itu menerima lebih dari 500 karya-karya film maupun ide cerita. Tahun ini sendiri kita dapet di 674. Di sini kita melihat bahwa minat masyarakat khususnya para generasi muda kita untuk berpatisipasi dalam pemberantasan korupsi itu semakin tinggi,” ujarnya.
Venda menjelaskan film dipilih sebagai strategi edukasi karena efektivitasnya menjangkau publik.
“Film itu kan sebagai satu dari sekian banyak universal yang mudah banget disampaikan ke masyarakat. Di mana melalui film kita bisa menginsersi nilai-nilai antikorupsi,” tambahnya.
Sutradara ternama Rahabi Mandra yang menjadi mentor sekaligus juri menilai pendekatan ini sangat strategis.





