Masalah depresi juga muncul dengan angka 15,23 persen untuk depresi ringan dan 7,42 persen untuk depresi berat.
Persoalan serupa juga ditemukan pada pelajar sekolah dasar.
Dari 80.724 siswa SD sederajat yang diperiksa, sebanyak 43.390 siswa atau 53,75 persen terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Kondisi tersebut didominasi oleh gejala kecemasan ringan dan depresi ringan. Adapun pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat, persentase siswa yang terindikasi masalah kesehatan mental mencapai 25,79 persen.
Di sekolah luar biasa (SLB), angkanya tercatat cukup tinggi, yakni 48,51 persen.
Anggota Majelis Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat M. Ilmi Hatta menilai kondisi kesehatan mental pelajar di Kota Bandung sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.





