“Adapun data posisi hilal pada hari ini di seluruh Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik, hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Dan sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik, hingga 6 derajat 6 menit 11 detik,” kata Menag memaparkan data teknis tersebut.
Secara hisab, angka ini belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” imbuh Menag.
Kondisi tersebut diperkuat dengan laporan hasil rukyah dari 117 lokasi pemantauan di seluruh Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua, tidak ada satu pun petugas perukyah yang melihat hilal.
“Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 117 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” tegas Menag.





