Ia menekankan, risiko emisi jauh lebih berbahaya ketimbang persoalan bau dan lindi dari tumpukan sampah.
“Lebih baik jangan dibakar, lebih baik numpuk, kita hanya menangani lindinya sampai baunya. Lebih baik sampahnya menumpuk daripada itu menjadi emisi,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Hanif merekomendasikan penggunaan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dalam pengolahan sampah. Meski prosesnya lebih kompleks, RDF dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Atasi Kemacetan, Kemenhub segera Bangun Infrastruktur Transportasi Massal di Bandung Raya
“Pak Wali Kota berkenan juga mendorong pembangunan refuel atau RDF. RDF ini memang agak ribet tapi paling ramah lingkungan,” tuturnya.
Selain teknologi, Hanif juga menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dan sektor swasta.





