Kisah Cecep yang mencoba mempertahankan bisnis rangginang menjadi potret nyata pelaku UMKM yang tertinggal di tengah arus modernisasi. Selera pasar berubah, tapi produksi dan strategi pemasaran Cecep tak mampu mengikuti. Drama yang ia alami menunjukkan tantangan berat pelaku usaha tradisional.
Tokoh lain seperti Otang, Iding, Udan, Denny, Agus, Yayat, Ogah, dan Ableh juga tak luput dari tekanan hidup. Usia yang menua, pendidikan terbatas, dan minimnya pengalaman kerja formal membuat mereka kesulitan mendapat penghasilan tetap. Mereka berjuang untuk berubah, namun sistem sosial-ekonomi tak berpihak.
Preman Pensiun X bukan hanya tontonan, melainkan cermin sosial yang menyentuh hati. Meski disajikan dengan humor khas dan dialog ringan, serial ini menyimpan ironi mendalam soal perjuangan rakyat kecil yang ingin bangkit namun terhalang oleh kenyataan yang keras.
Deretan pemain seperti Murad, Ujang dan karakter-karakter lama lainnya tetap solid, ditambah karakter-karakter baru yang menyegarkan namun tetap realistis. Kisah pertemanan, perjuangan, dan konflik akan menyuguhkan tontonan yang emosional namun tetap menghibur.
Preman Pensiun X bisa disaksikan di kanal digital 28 UHF untuk pemirsa Jabodetabek dan 41 UHF untuk pemirsa Bandung. Untuk kenyamanan menonton, gunakan STB atau TV digital dan arahkan antena ke pemancar RCTI.





