Ia menekankan sawit merupakan berkah bagi Indonesia yang tidak dimiliki semua negara seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Menurutnya, Indonesia seharusnya bersyukur dan mengelola sawit lebih baik, bukan melakukan pelarangan. Kebijakan tersebut seharusnya dikaji lebih mendalam dengan melibatkan pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Apalagi, tanaman sawit telah tumbuh di Jawa Barat selama puluhan tahun tanpa ada fakta dan data yang membuktikan perkebunan sawit menjadi penyebab banjir dan kesulitan air bersih.
Data Apkasindo mencatat perkebunan sawit milik petani di Jawa Barat terpusat di Subang, Garut, Pangandaran, dan Tasikmalaya. Merujuk Buku Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian 2025, total luas perkebunan sawit di Jabar mencapai 15.764 hektare dengan kategori tanaman menghasilkan dan produksi 43.493 ton CPO.
Sebagian besar dikelola BUMN seluas 11.254 hektare dan perkebunan swasta 4.259 hektare. Sementara data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pekerja perkebunan sawit di Jawa Barat mencapai 8.170 orang.





