Dedi menekankan jika penggunaan lahan sudah tidak sesuai dengan habitat dan peruntukannya, maka solusinya adalah penggantian komoditas.
Sebelum kebijakan larangan penanaman sawit ini resmi diterbitkan, Dedi mengungkapkan fakta yang belum diketahui publik.
Ia mengaku melakukan intervensi sekitar enam bulan lalu untuk menggagalkan proyek perkebunan sawit di kawasan konservasi.
“Enam bulan yang lalu ada yang mau menanam sawit di lereng kuning Ciremai. Cuman saya enggak cerita ke mana-mana. Saya menghentikannya melalui bupati,” ucapnya.
Terkait polemik perkebunan sawit yang mencuat di Cirebon, Dedi Mulyadi mengakui adanya keterlambatan penanganan akibat putusnya rantai informasi dari tingkat desa ke provinsi.





