Hanya 4,1% responden yang merasa kurang puas, dan sisanya sebanyak 1,3% menjawab tidak tahu.
Bagi Dedi, angka ini lebih mencerminkan ikatan emosional dan kesetiaan warga, bukan indikator teknis kinerja Gubernur Jawa Barat maupun indikator keberhasilan program pembangunan di Jawa Barat.
“Saya merasa bahwa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Saya merasa belum berbuat apa-apa,” tuturnya merendah.
Jika menilik data Mei 2025, porsi masyarakat yang ‘sangat puas’ memang sedikit turun dari 41,1% ke 35,8%. Namun, massa yang merasa ‘cukup puas’ justru meroket dari 53,6% ke 59,7%.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut capaian KDM ini sebagai anomali yang luar biasa positif.





