Di sisi lain, kebijakan Work From Anywhere (WFA) pun tak bisa jadi tumpuan. Pengetatan anggaran membuat instansi pemerintah membatasi penggunaan fasilitas hotel bagi para pegawai.
“Mereka kan sebenarnya kerja di hotel juga tidak diperbolehkan, pemerintah harus ada efisiensi karena dianggap hotel itu tidak efisiensi, jadi kami menerima aja apa yang disampaikan oleh pemerintah, ya kita kan tidak bisa apa-apa,” ujarnya.
Kini, para pelaku usaha di bawah naungan PHRI Jabar hanya bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Cuma menerima kondisi seperti itu. itu ya mudah-mudahan aja bisa bertahan hidup,” tandasnya.(red)





