“Tapi di antara kegembiraan itu, pasti ada tetesan air mata, orang menyesali kesalahannya. Itu lah ciri dan tradisinya lebaran,” lanjut Dedi.
Menyadari tanggung jawab memimpin jutaan warga, ia berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan pelayanan publik di sisa masa jabatannya.
Dedi menegaskan bahwa kritikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi total demi perbaikan roda pemerintahan ke depan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga Jawa Barat bahwa pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, belum maksimal melayani kebutuhan masyarakat, serta belum memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan warga,” pungkasnya.(red)





