JABARNEWS | BANDUNG – Kasus warga Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah viral di media sosial.
Atas hal tersebut, Pemprov Jawa Barat langsung bergerak cepat untuk menelusuri informasi dan memastikan korban mendapat perlindungan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan awal dan mulai berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menerima arahan dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
“Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga, khususnya perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang,” ujar Siska dikutip Sabtu (28/2/2026).
Selain koordinasi di tingkat daerah, DP3AKB Jabar juga sudah menghubungi korban untuk mendapatkan informasi kronologis dan lokasi terkini.





