JABARNEWS | BANDUNG – Lonjakan wisatawan yang memadati Kota Bandung sepanjang Desember 2025 bukan sekadar catatan rekor kunjungan. Arus jutaan pelancong itu menjadi sinyal kuat bergairahnya ekonomi kota, sekaligus mendorong peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025.
Pemerintah Kota Bandung mencatat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Bandung melonjak tajam. Data tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kepada pers, Jumat, 9 Januari 2026.
Sepanjang Desember 2025, total kunjungan wisatawan tercatat menembus angka lebih dari 1,07 juta orang.
Kereta Api Jadi Moda Favorit Wisatawan ke Bandung
Dari total kunjungan tersebut, sekitar 530 ribu wisatawan memilih menggunakan moda transportasi kereta api, baik kereta jarak jauh maupun kereta cepat Whoosh. Selebihnya datang menggunakan kendaraan pribadi dan bus rombongan, dengan proporsi sekitar 45 persen.
“Selama libur Nataru wisatawan yang datang ke Kota Bandung paling banyak memang menggunakan kereta api. Ini menunjukkan akses transportasi publik menjadi pilihan utama,” ujar Farhan.
Ia menilai tren ini mencerminkan perubahan pola mobilitas wisatawan yang semakin mengandalkan transportasi massal, seiring meningkatnya konektivitas menuju Bandung.
Kunjungan Desember Naik 25 Persen
Farhan menjelaskan, lonjakan wisatawan pada Desember 2025 jauh melampaui rata-rata kunjungan bulanan sepanjang Januari hingga November 2025. Pada periode tersebut, jumlah wisatawan berada di kisaran 700 ribu orang per bulan.
Dengan demikian, kunjungan Desember mengalami peningkatan sekitar 25 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan Pemkot Bandung yang sejak awal masa kepemimpinannya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Setelah pelantikan, Pemkot Bandung sempat memfokuskan kebijakan pada pengendalian inflasi, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun, sejak 5 April 2025, fokus pembangunan ekonomi diarahkan lebih agresif pada sektor pariwisata.
“Kami menyadari betul bahwa motor pertumbuhan ekonomi Kota Bandung adalah sektor pariwisata. Karena itu kami fokus ke subsektor MICE, meeting, incentive, convention, event, dan exhibition,” jelasnya.
Pajak Pariwisata Melonjak, PAD Tembus Rp3,9 Triliun
Strategi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kinerja fiskal daerah. Sepanjang 2025, Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung tercatat hampir mencapai Rp3,95 triliun.
Angka ini melonjak signifikan dibandingkan realisasi PAD tahun sebelumnya yang masih berada di bawah Rp3 triliun. Salah satu kontributor utama berasal dari sektor pajak pariwisata yang meningkat lebih dari 30 persen.
Meski demikian, Farhan menilai potensi PAD Kota Bandung masih jauh dari kata maksimal. Ia menyebut, dengan optimalisasi layanan dan pengembangan potensi ekonomi, PAD Kota Bandung berpeluang menembus angka yang lebih tinggi.
“Target kami ke depan bukan hanya mengejar angka, tapi meningkatkan kualitas layanan dan potensi ekonomi. Tahun 2026, kami menargetkan PAD bisa mencapai Rp3,6 triliun dan ultimate goal-nya di akhir 2029 bisa berada di kisaran Rp5–6 triliun,” pungkasnya.(Red)





