DPRD Jabar

DPRD Jabar Temukan Ketidaksesuaian Bantuan Pendidikan, Kebutuhan Riil SMK Dinilai Tak Terakomodasi

×

DPRD Jabar Temukan Ketidaksesuaian Bantuan Pendidikan, Kebutuhan Riil SMK Dinilai Tak Terakomodasi

Sebarkan artikel ini
DPRD Jabar
Kunjungan kerja Komisi V DPRD Jabar ke SMKN 2 Kota Banjar dalam rangka meninjau kondisi SMK Pusat Unggulan (PU), Senin (12/1/2026). (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANJAR – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti adanya ketidaksesuaian antara bantuan pendidikan yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan maupun pemerintah pusat dengan kebutuhan riil sekolah. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada efektivitas penyelenggaraan pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Temuan tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 2 Kota Banjar dalam rangka meninjau kondisi SMK Pusat Unggulan (PU), Senin (12/1/2026). Ia menilai masih terdapat persoalan mendasar dalam sinkronisasi data antara pengajuan sekolah dan realisasi bantuan yang diterima.

Baca Juga:  Program Beras Welas Asih Inovasi Ketahanan Pangan di Purwakarta

Menurut Aceng, bantuan yang disalurkan kerap tidak sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh pihak sekolah. Hal ini menunjukkan lemahnya validasi data dan pemetaan kebutuhan di lapangan, sehingga distribusi bantuan berpotensi tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  DPRD Jawa Barat Bakal Gelar Rapat Paripurna HUT ke-79 Jabar

“Yang paling pokok adalah adanya ketidaksesuaian kebutuhan. Apa yang diberikan oleh Dinas atau Kementerian terkadang tidak sesuai dengan yang diajukan sekolah,” ujar Aceng.

Baca Juga:  IKIAD Jawa Barat Gelar Silaturahmi dan Seni Budaya untuk Kebersamaan serta Kolaborasi

Ia menegaskan bahwa ke depan, proses pendataan harus dilakukan secara lebih akurat dan menyeluruh agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah. Tanpa perbaikan sistem data, kesalahan distribusi dinilai akan terus berulang.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23