JABARNEWS | BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai awal 2026. Peringatan tersebut disampaikan menyusul pola epidemi DBD yang menunjukkan kecenderungan siklus naik-turun dalam periode tertentu.
Farhan menyebutkan, meskipun tren kasus DBD di Kota Bandung dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan signifikan dan pada 2025 tidak tercatat adanya korban jiwa, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah.
“Secara epidemiologis, DBD itu memiliki siklus. Kalau tiga tahun berturut-turut turun, biasanya akan naik lagi pada tiga tahun berikutnya. Indikasi kenaikan itu diperkirakan mulai terjadi sejak Januari ini,” kata Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-71 di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kewaspadaan dini menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan kasus. Salah satu langkah paling penting, menurutnya, adalah tidak menyepelekan gejala awal demam yang dialami masyarakat.
Farhan meminta warga segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami demam tinggi selama 24 jam yang tidak kunjung turun meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas. Pemeriksaan dini dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk.





