JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menempuh jalur luar kota untuk menekan timbunan sampah. Lewat kerja sama dengan pihak ketiga, sebagian sampah Bandung kini diolah di Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah darurat di tengah keterbatasan kapasitas insinerator di dalam kota.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan pengolahan sampah selama ini masih bertumpu pada 15 unit insinerator. Namun, daya tampung mesin tersebut dinilai belum mampu mengejar volume sampah harian warga.
“Saat ini kan sudah berjalan kurang lebih 7 sampai 10 ton per hari setiap insinator, sehingga kami perlu alternatif lain sementara. Solusinya adalah kerjasama dengan pihak ketiga yang ada di luar kota Bandung yang mungkin kita akan mengolah dengan teknologi refuse-derived fuel (RDF) dulu,” kata Salman saat dihubungi, Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Salman, kerja sama pengolahan sampah di Bekasi sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun. Bahkan, kapasitas pengiriman terus ditingkatkan seiring kebutuhan penanganan sampah di Kota Bandung.





