JABARNEWS | BOGOR – Penurunan permukaan tanah di Pulau Jawa kian mengkhawatirkan akibat penggunaan air tanah melalui sumur bor yang semakin tak terkendali.
Tekanan terhadap akuifer atau yang sering disebut sungai bawah tanah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan masifnya aktivitas ekonomi, terutama di kawasan perkotaan dan industri.
Pakar Teknik Irigasi dan Drainase IPB University, Prof. Satyanto Krido Saptomo, menegaskan bahwa eksploitasi air tanah di Pulau Jawa telah melampaui batas keberlanjutan.
Kondisi ini tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur serta bencana lingkungan.
“Pemanfaatan air tanah di Pulau Jawa sudah berada pada level eksploitasi masif. Ini bukan lagi sekadar penggunaan, tetapi sudah masuk kategori penambangan air,” ujar Prof. Satyanto dikutip dari laman resmi IPB University, Rabu (21/01/2025).





