JABARNEWS | BANDUNG – Di tengah gencarnya narasi pelestarian budaya yang kerap digaungkan pemerintah daerah, realitas berbeda justru dialami Maestro Tari Sunda sekaligus pendiri Studio Tari Indra (STI), Indrawati Lukman. Selama 58 tahun mengabdikan hidupnya untuk seni tari Sunda, ia mengaku tidak pernah sekalipun menerima dukungan nyata dari pemerintah dalam menjaga warisan budaya tersebut.
Di usianya yang kini menginjak 82 tahun, Indrawati masih setia berdiri di garis depan pelestarian seni tradisional, menghidupkan tari kreasi Sunda yang ia warisi dari gurunya, R. Tjetje Somantri. Puluhan karya lahir dari proses kreatif panjang, menafsir ulang tari klasik menjadi bentuk yang relevan tanpa kehilangan akar budaya.
“Selama 58 tahun kami rutin menggelar pertunjukan setiap tahun. Tapi tidak pernah ada bantuan dari pemerintah daerah untuk pelestarian tari Sunda,” ujar Indrawati Lukman saat konferensi pers Karsa Rekacipta di Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).
Ia menyebut, bertahannya STI hingga hari ini lebih karena komitmen pribadi dan dukungan keluarga, terutama almarhum suaminya, Lukman, yang sejak awal mendampingi perjuangannya di dunia seni.
“Kalau bukan karena dukungan suami saya dulu, mungkin STI tidak akan bertahan sampai sekarang,” katanya.





