JABARNEWS | BANDUNG – Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Hendro Murtianto mengungkapkan bahwa longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), lebih banyak dipicu oleh faktor alam dibandingkan aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan.
Menurut Hendro, pergerakan massa tanah yang memicu longsor berasal dari bagian atas Gunung Burangrang, bukan dari kawasan lereng bawah yang umumnya telah dimanfaatkan untuk permukiman atau pertanian.
“Alih fungsi lahan memang berperan, tetapi bukan merupakan faktor dominan dalam kasus longsor Cisarua, karena titik awal longsoran berada di bagian atas Gunung Burangrang, bukan di daerah lereng kaki,” ujar Hendro dalam keterangan yang diterima, Sabtu (31/1/2026)
Ia menjelaskan bahwa kejadian longsor dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang didominasi oleh kondisi alam. Faktor eksternal meliputi kemiringan lereng yang curam, curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus, relief wilayah, hingga pola aliran air dari daerah hulu serta jenis penggunaan lahan.
Sementara faktor internal berkaitan dengan kondisi geologi lapisan batuan, ketebalan tanah hasil pelapukan vulkanik, serta keberadaan bidang gelincir di bawah permukaan tanah.





