JABARNEWS | CIANJUR – Polres Cianjur mengamankan 12 remaja terduga pelaku tawuran dan perang sarung bersenjata tajam selama dua hari terakhir di awal Ramadan. Penindakan dilakukan menyusul meningkatnya laporan gangguan keamanan pada malam hingga dini hari di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.
Kapolres Cianjur Alexander Yurikho Hadi menegaskan, jajarannya tidak akan mentolerir aksi kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa.
“Dalam dua hari terakhir kami sudah mengamankan sekitar 12 orang remaja terduga pelaku tawuran. Beberapa pelaku lain yang identitasnya sudah kami kantongi masih dalam pengejaran,” ujar Alexander, Minggu (23/2/2026).
Dari tangan para terduga pelaku, polisi menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan saat bentrokan. Kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan terhadap pelaku yang terbukti membawa atau menggunakan senjata tajam.
Menurut Alexander, langkah pencegahan telah dilakukan sejak awal Ramadan dengan menurunkan puluhan personel, termasuk tim patroli rutin ke titik-titik rawan tawuran dan tindak pidana lainnya. Patroli difokuskan pada jam rawan, terutama malam hingga menjelang sahur.
“Berbagai upaya pencegahan kami lakukan agar aksi tawuran pada bulan puasa tidak terjadi. Kami menurunkan puluhan personel, termasuk tim patroli, ke sejumlah wilayah rawan di Cianjur,” katanya.
Petugas juga membubarkan kerumunan remaja yang masih berkeliaran pada malam hari untuk mencegah potensi bentrokan. Kepolisian mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak selama bulan puasa.
Kapolres menegaskan, tindakan tegas terukur akan diterapkan apabila pelaku kedapatan membawa senjata tajam yang mengancam keselamatan warga maupun petugas.
“Tindakan tegas terukur akan kami lakukan kalau para pelaku aksi tawuran membawa senjata tajam yang dapat mengancam keselamatan anggota dan masyarakat,” tegasnya.
Selain patroli darat, kepolisian juga mengintensifkan patroli siber dengan memantau media sosial yang kerap digunakan untuk membuat janji tawuran maupun perang sarung. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti guna mencegah terjadinya aksi kekerasan.
“Ketika ditemukan di media sosial, petugas langsung melakukan berbagai langkah agar selama puasa berjalan aman dan lancar, tanpa ada penyakit masyarakat termasuk tawuran dan perang sarung,” kata Alexander.
Polres Cianjur memastikan pengamanan akan terus ditingkatkan selama Ramadan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Cianjur. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





