Daerah

Laris Manis! Investor Serbu Obligasi Berkelanjutan bank bjb Rp932 Miliar

×

Laris Manis! Investor Serbu Obligasi Berkelanjutan bank bjb Rp932 Miliar

Sebarkan artikel ini
Laris Manis! Investor Serbu Obligasi Berkelanjutan bank bjb Rp932 Miliar
Penawaran umum Sustainability Bond oleh bank BJB di Jakarta. Instrumen ini memperkuat portofolio pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial perusahaan.

JABARNEWS | BANDUNG – Kepercayaan pasar modal terhadap instrumen keuangan hijau kembali teruji melalui aksi korporasi bank bjb. Mencatatkan permintaan jumbo sebesar Rp932,4 miliar selama masa bookbuilding, penerbitan Sustainability Bond Tahap II ini tidak sekadar menjadi bukti likuiditas yang mumpuni. Ini adalah sinyal kuat antusiasme investor dalam mengawal transisi ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

​Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi bank bjb sebagai motor penggerak pembiayaan berwawasan lingkungan yang tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global. Respons positif ini mencerminkan komitmen bank bjb yang tak goyah dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan.

​Lantas, mengapa instrumen ini begitu diminati dan bagaimana dampaknya terhadap portofolio pembiayaan bank bjb ke depan? Berikut analisis mendalamnya.

​Magnet Kuat Bagi Investor di Tengah Tren ESG

​Minat tinggi investor terhadap obligasi ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Bank bjb menawarkan kesempatan langka bagi pemodal. Mereka bisa berinvestasi secara bertanggung jawab (prinsip ESG), sekaligus tetap memperoleh imbal hasil atau kupon yang bersaing.

​Tingginya permintaan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Tahap I pada tahun 2024. Saat itu, obligasi dengan nilai Rp1 triliun mencatatkan oversubscribe (kelebihan permintaan) fantastis, mencapai 4,66 kali dari target awal.

​Pada Tahap II yang ditawarkan pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026 ini, bank bjb menawarkan dua opsi seri yang menarik bagi strategi diversifikasi portofolio investor:

  • Seri A: Hadir dengan tenor 3 tahun. Kupon indikatif yang ditawarkan berada di rentang 5,45% hingga 6,05%.
  • Seri B: Menawarkan tenor lebih panjang, yakni 5 tahun. Kupon indikatifnya lebih tinggi, yaitu 5,70% hingga 6,30%.
Baca Juga:  Akselerasi Teknologi di bank bjb, Rio Lanasier Raih The Next Top Leaders 2022 dari Infobank

​Fleksibilitas pilihan tenor dan kupon ini menjadi salah satu kunci mengapa permintaan investor bisa menembus angka Rp932,4 miliar. Hal ini menegaskan betapa tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja fundamental dan prospek bisnis bank bjb di masa depan.

​Peringkat idAA: Jaminan Keamanan dan Kredibilitas Hijau

​Bagaimana bank bjb memastikan keamanan investasi ini? Faktor kualitas kredit menjadi fundamental utama.

​Lembaga pemeringkat terkemuka, Pefindo, menyematkan peringkat idAA (Double A) untuk obligasi ini. Peringkat tersebut bukan sekadar angka. Itu adalah cerminan kemampuan perseroan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Sederhananya, risiko gagal bayar tergolong sangat rendah.

​Selain aman secara finansial, obligasi ini juga aman secara substansi keberlanjutan. Lembaga independen SDGs Hub Universitas Indonesia memberikan penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” terhadap kerangka kerja (framework) Sustainability Bond bank bjb. Penilaian ini memastikan bahwa instrumen ini benar-benar memenuhi standar global pembiayaan hijau, bukan sekadar pelabelan.

Baca Juga:  Catatkan Kinerja Cemerlang, Bank BJB Raih Penghargaan Saham Terbaik 2022

​Untuk memastikan transparansi dan jangkauan pasar yang luas, bank bjb menggandeng lima penjamin emisi papan atas:

  1. ​PT Mandiri Sekuritas
  2. ​PT Indo Premier Sekuritas
  3. ​PT Mega Capital Sekuritas
  4. ​PT BRI Danareksa Sekuritas
  5. ​PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

​Obligasi ini selanjutnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) agar dapat diperdagangkan secara aktif di pasar sekunder.

​Transparansi Alokasi Dana untuk Dampak Nyata

​Manajemen bank bjb menegaskan komitmen penuh soal penggunaan dana. Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk dua fungsi utama:

  1. ​Pembiayaan baru.
  2. ​Pembiayaan ulang (refinancing).

​Target pembiayaannya sangat spesifik. Harus masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Langkah ini sejalan dengan mandat POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang penerbitan efek bersifat utang berlandaskan keberlanjutan.

​Melalui strategi ini, bank bjb terus memperlebar portofolio pembiayaan hijaunya. Angkanya terus tumbuh signifikan. Hingga Desember 2025, Sustainable Portfolio bank bjb sudah menembus Rp14,3 triliun. Dana ini mengalir ke berbagai sektor krusial, mulai dari energi terbarukan hingga pembiayaan UMKM yang memberikan dampak sosial positif langsung bagi masyarakat.

​Ambisi Net Zero Emission dan Mitigasi Risiko Iklim

​Komitmen bank bjb terhadap keberlanjutan tidak hanya berhenti pada fungsi intermediasi keuangan. Perseroan juga menerapkannya secara serius dalam operasional internal perusahaan.

Baca Juga:  Nomor Layanan SMS bank bjb Berubah Menjadi 83373

​Bank bjb kini terus memperkuat pengelolaan emisi gas rumah kaca. Langkah ini adalah bagian dari peta jalan menuju target Net Zero Emission. Strategi mitigasi karbon perseroan juga mencakup partisipasi aktif dalam Bursa Karbon Indonesia, di mana bank bjb membeli unit karbon SPE-GRK.

​Selain itu, bank bjb menunjukkan kepemimpinannya dalam manajemen risiko iklim. Mereka menjadi salah satu bank di fase pertama yang berhasil menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST). Langkah proaktif ini memastikan risiko perubahan iklim terintegrasi penuh ke dalam manajemen risiko perusahaan.

​Secara keseluruhan, berbagai langkah strategis ini semakin mengokohkan posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam urat nadi bisnisnya.

​Melalui ekspansi portofolio pembiayaan berkelanjutan, bank bjb optimis dapat memacu pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Pertumbuhan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga selaras dengan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

(Bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS))