JABARNEWS | BANDUNG – Okupansi hotel Jabar gagal menembus angka 50 persen sepanjang libur Lebaran 2026. Alih-alih meraup untung, bisnis penginapan justru lesu dan mencatat tren penurunan jika membandingkannya dengan tahun lalu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI Jawa Barat), Dodi Achmad Sofiandi menyebut lesunya tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel ini sudah bermula sejak tahun 2025.
“Perhotelan di Jabar tuh ya startnya turun dari tahun 2025,” ucap Dodi dikutip dari JPNN, Minggu (28/3/2026).
Data Disparbud Provinsi Jabar mengonfirmasi sepinya okupansi hotel. Sepanjang 17 hingga 25 Maret 2026, mayoritas hotel hanya mampu mengisi kurang dari separuh kapasitas kamar mereka.
Di Kota Bandung, angka keterisian yang semula 19 persen hanya sanggup merangkak naik ke level 52 persen. Kondisi serupa menjalar ke wilayah penyangga seperti Bogor yang tertahan di angka 48 persen.





