JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat capaian kinerja pembangunan yang melampaui target pada 2025, ditandai dengan penurunan signifikan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.
Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri, kinerja Pemprov Jabar mencapai skor 3,6672. Dampaknya tercermin pada penurunan angka kemiskinan menjadi 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,08 persen, merujuk data Badan Pusat Statistik.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menjelaskan penurunan tersebut didorong oleh intervensi terstruktur yang menyasar langsung akar persoalan kemiskinan, mulai dari wilayah rawan hingga aspek daya beli masyarakat.
“Upaya yang dilakukan meliputi pengurangan kantong kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran, serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin,” ujar Erwan dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/4/2026).
Dalam praktiknya, pemerintah daerah memetakan wilayah rentan rawan pangan sebagai basis intervensi. Sementara dari sisi pengeluaran, berbagai program digulirkan, termasuk Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan 1.874 kali di seluruh kabupaten/kota serta operasi pasar bersubsidi untuk menjaga stabilitas harga.





