JABARNEWS | CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur meningkatkan pemeriksaan atau screening HIV/AIDS secara luas dan intensif menyusul temuan kasus baru yang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Made Setiawan, mengatakan peningkatan jumlah kasus yang terdeteksi bukan semata menunjukkan lonjakan penularan, melainkan hasil dari perluasan jangkauan pemeriksaan yang kini lebih masif.
“Peningkatan angka penderita HIV/AIDS di Cianjur ditemukan setelah ditingkatkannya pemeriksaan, bukan sepenuhnya mencerminkan lonjakan penularan, melainkan dampak dari masifnya kegiatan screening,” kata Made dalam keterangan yang diterima, Jumar (10/4/2026).
Data mencatat, pada 2023 ditemukan 208 kasus baru, meningkat menjadi 293 kasus pada 2024, dan tercatat 217 kasus baru sepanjang 2025. Secara kumulatif, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Cianjur dalam 25 tahun terakhir mencapai 2.457 orang.
Menurut Made, sebelumnya banyak kasus tidak terdeteksi karena keterbatasan akses pemeriksaan. Kini, dengan strategi screening yang lebih luas, termasuk menyasar kelompok berisiko dan ibu hamil, kasus-kasus yang tersembunyi mulai terungkap.





