JABARNEWS | BANDUNG – Rencana penataan kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat mengemuka setelah Pemerintah Provinsi Jabar mengkaji konsep plaza terintegrasi yang menghubungkan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Salah satu dampak yang mencuat adalah potensi penutupan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membenarkan bahwa rencana tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Namun, ia menegaskan detail teknis masih dalam tahap peninjauan.
“Nanti kami akan informasikan, saya akan cek dulu desain dan sebagainya. Yang jelas ini adalah arahan Pak Gubernur dan berdasarkan kajian teknokratis untuk memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Herman menyebut, saat ini pemerintah masih mengevaluasi desain, timeline, serta konsep keseluruhan proyek sebelum dipublikasikan secara rinci ke masyarakat.
Rencana penataan ini sebelumnya telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dengan nama paket “Pekerjaan Plaza Area Depan Gedung Sate–Gasibu”. Nilai pagu anggaran untuk pekerjaan fisik mencapai Rp15,03 miliar, dengan tambahan anggaran untuk jasa konsultasi perencanaan dan pengawasan.





