Sahat menjelaskan bahwa kepercayaan global ini dibangun melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh (traceability) dari hulu hingga hilir. Badan Karantina Indonesia memastikan pengawasan ketat mulai dari area kebun, proses pengolahan, hingga tahap pengiriman.
Melalui sistem ini, setiap produk dipastikan memenuhi aspek keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, serta mutu produk yang sesuai dengan regulasi negara tujuan.
Kedatangan komoditas unggulan ini juga memperkuat posisi Pusat Perdagangan Buah Tiongkok-ASEAN di Pelabuhan Qinzhou. Kawasan ini merupakan simpul logistik utama perdagangan buah Asia Tenggara yang dilengkapi layanan kepabeanan cepat serta fasilitas pemeriksaan terintegrasi.
Sepanjang tahun 2025, Pelabuhan Qinzhou telah mengoperasikan 44 rute pelayaran ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Memasuki tahun 2026, dibukanya Terusan Pinglu diproyeksikan menjadikan jalur ini semakin strategis. Jalur laut ini diperkirakan mampu memangkas biaya logistik produk pertanian ASEAN hingga 30%.





