Nota kesepahaman kerja sama ini pertama kali diluncurkan pada 2021 dan diperbarui pada Mei 2025.
Pembaruan tersebut ditandatangani oleh Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, serta disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, menandai dukungan politik tingkat tinggi terhadap arah kerja sama ini.
“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Airlangga.
Untuk memastikan investasi tersebut terealisasi, pemerintah menegaskan komitmennya memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan.
Gugus tugas khusus juga dibentuk untuk mengawal percepatan proyek-proyek strategis nasional.(red)





