Kawasan pusat kota, jalur menuju Ciwidey, serta wilayah Lembang diprediksi menjadi titik dengan tingkat kepadatan tertinggi. Pemerintah kota menilai pengaturan lalu lintas dan pengamanan kawasan strategis menjadi faktor kunci dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut.
Koordinasi dilakukan bersama Polrestabes Bandung dan jajaran Mabes Polri untuk memetakan titik rawan kemacetan dan potensi gangguan keamanan selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Kita akan identifikasi lebih lanjut titik rawannya. Prinsipnya, Kota Bandung siap siaga,” kata Farhan.
Selain fokus pada pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan program mudik gratis untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Program tersebut direncanakan menyediakan sekitar 15 hingga 20 unit bus dengan tujuan sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Insyaallah ada. Sekitar 15 sampai 20 bus. Tujuannya seputaran Jawa Barat. Kalau ke Jawa Tengah perlu izin tersendiri,” ujarnya.





