Sementara itu, Kepala Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Ahmad Erlangga, menyampaikan bahwa penanganan banjir saat ini masih berada dalam fase siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Hingga akhir Januari 2026, tercatat sedikitnya 10 kecamatan dan 30 desa terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak pertengahan bulan.
Dalam upaya penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BPBD bersama perangkat daerah terkait telah melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya membentuk Liaison Officer (LO) kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta dunia usaha yang tergabung dalam klaster logistik untuk mendukung distribusi bantuan kebutuhan dasar warga terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan normalisasi aliran sungai guna mencegah luapan air ke permukiman warga, penanganan darurat tanggul-tanggul kritis khususnya di wilayah Sungai Citarum di Muaragembong, serta percepatan normalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut dan pembangunan sodetan.
Ahmad Erlangga menilai bantuan dari Alfamidi sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Ia menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini meliputi air mineral, makanan siap saji, sembako, obat-obatan, mi instan, serta makanan bayi.





