DaerahSekolah Juara

Aloysius Fest 2026 Hari Kedua: Festival Bermain dan Organic NANO Enzyme Tegaskan Pendidikan Berkelanjutan

×

Aloysius Fest 2026 Hari Kedua: Festival Bermain dan Organic NANO Enzyme Tegaskan Pendidikan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Aloysius 1
Para siswa mengunjungi Aloysius Green Gallery Organic NANO Enzyme (ONE) untuk melihat hasil karya daur ulang sampah dan mempelajari praktik menanam secara mandiri. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ramah lingkungan dengan memanfaatkan pot daur ulang dan pupuk enzim, sebagai solusi hijau yang aplikatif. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Hari kedua Aloysius Fest 2026 menampilkan wajah pendidikan yang lebih partisipatif dan membumi. Setelah hari pertama menghadirkan forum kepemimpinan melalui Principal Connect, rangkaian kegiatan hari kedua menyoroti praktik nyata keberlanjutan melalui Festival Bermain Anak dan Aloysius Green Gallery yang menampilkan gerakan Organic NANO Enzyme.

Dalam lanjutan Principal Connect yang diselenggarakan oleh Marwita Magiswara bekerja sama dengan IW Demy, para pengurus yayasan dan pimpinan sekolah mengikuti talkshow bertajuk “Leading and Managing Education Ecosystem.” Diskusi ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan sinergi antara kepemimpinan yang visioner dan praktik pembelajaran yang konkret di sekolah.

Baca Juga:  Intip Keseruan Ambu Anne Main Permainan Tradisional di Festival Kaulinan Budak

Komitmen tersebut terlihat langsung di berbagai kegiatan siswa. Festival Bermain Anak untuk jenjang TK dan SD menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui permainan kolaboratif, eksplorasi kreatif, dan aktivitas edukatif, anak anak diperkenalkan pada nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan keberanian berekspresi sejak usia dini.

Di sisi lain, Aloysius Green Gallery menjadi pusat perhatian pengunjung. Selain menampilkan karya daur ulang siswa dari jenjang TK hingga SMA, galeri ini secara khusus memperkenalkan gerakan Organic NANO Enzyme sebagai model pengelolaan lingkungan berbasis edukasi.

Baca Juga:  Gus Yaqut: Pada 2022, Kemenag Targetkan 10 Juta Sertifikasi Halal UMK Gratis

Organic NANO Enzyme yang diproduksi dan dipresentasikan bukan sekadar produk ramah lingkungan, tetapi bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum dan aktivitas sekolah. Melalui pendekatan ilmiah, eksperimen sederhana, dan pembiasaan sehari hari, siswa diajak memahami siklus alam serta tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Aloysius 2
Festival Bermain Anak-Aloysius Fest 2026 menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian anak melalui
kegiatan bermain yang edukatif dan menyenangkan. (Foto: Istimewa).

Berbagai instalasi dan karya berbahan material bekas menunjukkan bagaimana kesadaran ekologis ditumbuhkan melalui kreativitas. Dari produk seni hingga proyek inovatif, karya karya tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan bukan konsep abstrak, melainkan pengalaman belajar yang hidup dan aplikatif.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini Senin 26 September 2022

Selain itu, siswa SD dan SMP mengikuti Workshop Metaverse sebagai bagian dari penguatan literasi digital, sementara siswa SMP dan SMA menampilkan karya drama pendek bertema lingkungan serta video edukasi anti-bullying. Integrasi teknologi dan nilai kemanusiaan menjadi benang merah yang memperlihatkan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan
karakter.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2