Menurut Farhan, peningkatan anggaran tidak boleh hanya berorientasi pada serapan belanja, tetapi juga pada tata kelola yang transparan, sehat, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan agar potensi penyimpangan dapat ditekan sejak tahap perencanaan.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Farhan menyebut fokus pembangunan diarahkan pada pembenahan infrastruktur, penguatan ekonomi rakyat, dan peningkatan serapan tenaga kerja.
“Memasuki tahun kedua, Kota Bandung terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan, dari kebijakan menuju aksi nyata. Setiap langkah pembangunan kami dasarkan pada data agar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun pertama kepemimpinannya menjadi fase konsolidasi fondasi pembangunan, mulai dari pembenahan tata kelola, penguatan data kewilayahan, hingga intervensi berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Dari sinilah pembangunan Kota Bandung dimulai, bukan dari asumsi, melainkan dari data yang jujur dan kenyataan yang dihadapi warga setiap hari,” kata Farhan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





