“Penanganan anak yang sudah mengalami gizi buruk membutuhkan biaya yang sangat besar,” ujarnya.
Upaya pencegahan difokuskan pada pendampingan ibu hamil dengan memastikan asupan protein tercukupi, termasuk konsumsi telur setiap hari. Selain itu, remaja putri diminta rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia sejak dini.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif serta pola makan sehat berbasis bahan lokal. Orang tua diimbau tidak bergantung pada makanan instan yang tinggi gula namun rendah nutrisi.
“Susu formula kemasan umumnya lebih banyak mengandung pemanis buatan,” katanya.
Dinas Kesehatan menilai penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan menjadi kunci untuk menekan laju peningkatan kasus di Jawa Barat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





